Suatu ketika sekian tahun yang lalu,aku pernah membaca sebuah artikel dimajalah ummi tentang seorang penulis wanita yang cukup terkenal Pipit Senja namanya,dicertakan awalnya dia produktif menulis adalah karena kebutuhan mendasar yang menyangkut hidup dan matinya dia,tiap bulan dia harus transfusi darah untuk kelangsungan hidupnya dan itu butuh biaya,sementara orangtuanya hidup cukup sederhana....maka jalan keluarnya adalah dia berusaha untuk membuat karya dan rutin mengirimnya ke berbagai media dengan harapan dimuat dapat honor,dan honornya untuk membiayai transfusi darah tersebut....kisah hidupnya begitu membekas di hatiku karena sungguh indah hikmahnya,mungkin mata manusia melihat itu adalah sebuah ketidakberuntungan,namun justru hal itu menjadi jalan baginya untuk mengembangkan diri.Sekian tahun kemudian saat aku hamil anak kedua dilakukan test darah dokter Nelwati seorang spesialis kandungan memintaku untuk test ke lembaga eijkman karena kadar mcv dan mch dibawa range normal,singkat cerita hasil test keluar dan apa yang diduga dr nel benar,aku ternyata memiliki thalasemia alpha ringkasnya darah manusia terdiri dari sepasang gen globin alpha dan sepasang gen globin beta,aku hanya memiliki satu gen globin alpha,hal ini tidak seperti sakit kanker atau sejenisnya,dan untuk kasusku tidak apai hrus transfusi darah....hanya karena sifatnya genetik aku harus mengecek anak anak ku agar ketahuan apakah juga punya thalasemia,karena kalo nanti istrinya juga thalasemia ada peluang punya thalasemia yang kadarnya lebih berat seperti pipit senja.
Catatan :sebelum menikah ada baiknya cek darah ya teman,untuk kasusku alhamdulillah suamiku normal jadi masih ada peluang 50% anak anakku normal tanpa resesif thalasemia.
No comments:
Post a Comment